{"id":1036,"date":"2024-09-13T16:30:16","date_gmt":"2024-09-13T16:30:16","guid":{"rendered":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=1036"},"modified":"2024-09-13T16:30:16","modified_gmt":"2024-09-13T16:30:16","slug":"pekan-olahraga-nasional-pon-xxi-aceh-sumat-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=1036","title":{"rendered":"Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumat 2024"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh Pon Aceh-2024 Sorak sorak penonton nyaris memekakkan telinga di Arena Panjat Tebing<\/strong>, Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, ketika para atlet berlaga, terutama atlet-atlet yang sudah moncer namanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ya, di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara, ada beberapa atlet panjat tebing yang sudah familiar namanya di kalangan penonton, seperti Veddriq Leonardo dari Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Olahraga panjat tebing belakangan ini memang sedang &#8220;booming&#8221; di masyarakat, apalagi setelah Veddriq sukses menyumbang medali emas di Olimpiade Paris 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada pula nama-nama beken lain, seperti Kiromal Katibin dari Jawa Tengah yang akrab disapa Kiki, atau atlet putri dari Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan beberapa lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tampilnya para atlet kenamaan itu membuat<\/p>\n<p>setiap kali pergelaran semifinal maupun final cabang olahraga panjat tebing di PON Aceh-Sumut tak pernah sepi dari antusiasme penonton.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, di balik gemerlap euforia arena panjat tebing ada sosok-sosok yang berperan penting menyukseskan jalannya pertandingan, meski keberadaan mereka kerap tak disadari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mereka adalah para pembuat jalur panjat tebing atau &#8220;route setter&#8221; yang setiap saat harus berpikir keras memutar otak untuk membuat jalur pemanjatan di masing-masing nomor pertandingan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Peran mereka sangat vital. Setiap kali pergantian nomor pertandingan, mereka dengan cermat menyusun &#8220;macross&#8221;, &#8220;volume&#8221;, dan &#8220;chip&#8221; yang menjadi pijakan tangan dan kaki maupun tumpuan bagi atlet saat memanjat di lintasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di antara 15 orang pembuat jalur panjat tebing di PON Aceh-Sumut itu terselip seorang perempuan.<\/p>\n<p>Namanya Siti Robiah Adawiyah yang ternyata mantan atlet panjat tebing juga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Obi, begitu perempuan berhijab itu biasa disapa, sudah mengerjakan pembuatan jalur panjat tebing sejak setahun belakangan setelah menyelesaikan kursus pembuat jalur tingkat nasional atau C1.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebelumnya, perempuan kelahiran Bogor, 15 juli 1984 itu sudah mendapatkan sertifikasi pembuat jalur C2 atau tingkat provinsi yang ditempuhnya dengan kursus dan magang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Yang C1, saya sudah lulus kursus, tapi belum dapat sertifikasi karena belum lulus magang. Karena kalau mau sertifikasi harus magang dulu,<\/p>\n<p>Pembuatan jalur panjat tebing ternyata tidak semudah yang dibayangkan, sebab harus memenuhi unsur keindahan dan tingkat kesulitan yang sesuai dengan nomor yang dilombakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tim pembuat jalur panjat tebing dituntut untuk kreatif berimajinasi menciptakan lintasan yang terbagi dalam tiga jenis, yakni &#8220;lead&#8221; yang menjulang ke atas, &#8220;boulder&#8221; yang memanjang ke samping, dan &#8216;speed&#8221; untuk pemanjatan cepat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Masing-masing jenis jalur, dijelaskan Obi, memiliki tingkat kesulitan tersendiri, terutama &#8220;lead&#8221; dan &#8220;boulder&#8221; yang harus jelas berbeda konsepnya dalam setiap babak pertandingan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kalau satu lintasan &#8216;lead&#8217;, biasanya butuh tiga orang karena tinggi ya. Dibagi tiga; bagian atas, tengah, dan bawah. Kalau &#8216;boulder&#8217; bisa dikerjakan sendiri atau maksimal dua orang untuk satu lintasan,&#8221; kata Obi yang pernah tiga kali ikut PON itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk pembuatan lintasan jalur &#8220;lead&#8221;, diakuinya, memang membutuhkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi ketimbang &#8220;boulder&#8221;. Karena harus bergantung menggunakan tali pengaman.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tak jarang, Obi menggunakan &#8220;boom lift&#8221;, sejenis alat berat yang memudahkannya memasang perangkat pijakan memanjat di sudut &#8220;wall&#8221; yang sulit terjangkau ketimbang harus bergelantungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mantan atlet panjat tebing spesialis lead tim yang pernah meraih medali perak dan perunggu itu pun kini telah lihai mengancingkan perangkat pijakan memanjat dengan sekrup cacing di &#8220;wall&#8221;.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk waktu pembuatan lintasan jalur &#8220;lead&#8221; setidaknya membutuhkan waktu lebih dari dua jam, apalagi perlu menyelaraskan imajinasi dan kreasi dengan kemampuan atlet yang bertanding.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Demikian pula dengan lintasan &#8220;boulder&#8221; yang juga membutuhkan imajinasi dan kreasi. Bahkan, tak jarang harus bongkar pasang sampai benar-benar menemukan jalur yang pas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Bedanya, kalau &#8216;boulder&#8217; kan bisa pakai tangga karena enggak terlalu tinggi. Kalau untuk (lintasan, red.) speed paling mudah. Di mana-mana speed ya gitu-gitu aja kan,&#8221; kata istri dari Reka Surya itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain visualisasi yang mesti bagus, lintasan juga harus dipastikan bisa dipanjat oleh atlet. Karena itu, para pembuat jalur akan mencoba terlebih dulu lintasan yang dibuatnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Memang ada &#8216;grade&#8217; tingkat kesulitannya, semakin lama semakin sulit. Paling rendah untuk kelas PON ini ya 7A, sedangkan paling sulit 8C+. Tapi, semua lintasan dipastikan harus bisa dipanjat,&#8221; tegas Obi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Baca juga: Desak Rita bidik tiga target setelah tuntaskan lomba dalam PON 2024<\/p>\n<p>Baca juga: Romantisme pasutri pemanjat tebing bersanding di atas podium<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Butuh sentuhan perempuan Butuh sentuhan perempuan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Obi bisa dikatakan masih menjadi satu-satunya perempuan yang menekuni profesi pembuat jalur di Indonesia. Padahal, kehadiran pembuat jalur panjat tebing dari kalangan perempuan ternyata sangat dibutuhkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Olahraga panjat tebing tidak hanya mempertandingkan nomor untuk putra, melainkan juga putri sehingga sentuhan perempuan untuk pembuatan jalur sangat diperlukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seperti diungkapkan Andi Saputro selaku Koordinator Biro Juri dan Jalur Federasi Panjat Tebing (FPTI) yang mengakui bahwa pembuat jalur panjat tebing memang profesi yang cenderung lebih lekat dengan kaum Adam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Dalam tuntutan kompetisi, kami memerlukan pembuat jalur (panjat tebing, red.) perempuan untuk merepresentasikan jalur yang dipanjat untuk kategori putri,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam membuat jalur panjat tebing, tim tentu harus mencoba terlebih dulu jalur yang dibuatnya sehingga jika jalur untuk nomor atlet putri akan lebih cocok dicoba perempuan ketimbang laki-laki.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kadang ada satu masa ketika (harus, red.) nyoba membuat jalur perempuan. Dengan hadirnya perempuan (sebagai pembuat jalur, red.) jadi sesuai,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hanya saja, diakui Andi bahwa hampir tidak ada perempuan yang tertarik menjadi pembuat jalur panjat tebing, di samping karena persyaratannya juga sangat ketat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sepengetahuannya, Obi adalah satu-satunya perempuan pembuat jalur panjat tebing yang telah mengikuti kursus C1 atau tingkat nasional, dan belum ada perempuan lain yang menyamainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meski baru setahun, pengalaman Obi juga sudah banyak dalam membuat jalur panjat tebing, seperti saat kompetisi Kejurda Junior di Jabar 2023,<\/p>\n<p>Kejuaraan Panjat Tebing Piala Gubernur Jawa Barat 2023, Kejurnas kelompok umur di Bogor pada 2024.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Persis terakhir sebelum PON XXI, Obi dipercaya sebagai tim pembuatan jalur panjat tebing pada ajang ASEAN University Games 2024 di Surabaya Jatim.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan sudah adanya Obi sebagai pembuat jalur panjat tebing profesional, Andi berharap bisa merangsang atau memotivasi mantan-mantan atlet, khususnya putri untuk menjadi &#8220;route setter&#8221;.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di luar mantan atlet, FPTI juga membuka kesempatan bagi perempuan non-atlet untuk menjadi pembuat jalur panjat tebing, tetapi harus sudah mengantongi grade pemanjatan minimal di tingkat 7B. Siapa berminat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh Pon Aceh-2024 Sorak sorak penonton nyaris memekakkan telinga di Arena <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=1036\" title=\"Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumat 2024\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1037,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-1036","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1036"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1039,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1036\/revisions\/1039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1037"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1036"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=1036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}