{"id":12415,"date":"2026-04-08T16:44:28","date_gmt":"2026-04-08T16:44:28","guid":{"rendered":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=12415"},"modified":"2026-04-12T16:51:19","modified_gmt":"2026-04-12T16:51:19","slug":"dari-tradisi-ke-inovasi-padusi-tapa-kembangkan-produk-sereh-wangi-aceh-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=12415","title":{"rendered":"DARI TRADISI KE INOVASI :  PADUSI TAPA KEMBANGKAN PRODUK SEREH WANGI  ACEH SELATAN\u00a0"},"content":{"rendered":"<h6>2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat<\/h6>\n<p><strong>Aceh Selatan<\/strong> dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sereh wangi, tanaman aromatik<\/p>\n<p>yang memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan sereh dapur, sereh wangi memiliki<\/p>\n<p>bonggol lebih besar, berwarna merah muda, serta aroma yang jauh lebih kuat sehingga<\/p>\n<p>sangat potensial diolah menjadi minyak atsiri.<\/p>\n<p>Melihat peluang tersebut, Ny. Sinar Hayani yang merupakan anggota Persit Kartika<\/p>\n<p>Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, sejak tahun<\/p>\n<p>2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Langkah ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang<\/p>\n<p>sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai minyak urut.<\/p>\n<p>Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional. Sekitar 7\u20138 kilogram<\/p>\n<p>sereh direbus selama kurang lebih 12 jam hingga menghasilkan endapan minyak, lalu<\/p>\n<p>didiamkan semalaman untuk memisahkan kotoran dan sisa air.<\/p>\n<p>Seiring berkembangnya usaha UMKM ini dapat menghadirkan berbagai produk antara lain<\/p>\n<p>minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi dengan beragam varian, cairan<\/p>\n<p>pembersih lantai , hingga sabun cuci piring yang berbasis bahan sereh.<\/p>\n<p>Minyak sereh wangi tetap menjadi produk unggulan dan banyak diminati semua kalangan.<\/p>\n<p>Sementara lilin dan sabun aromaterapi lebih digemari generasi muda karena aromanya<\/p>\n<p>menenangkan dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Produk pembersih lantai sereh juga<\/p>\n<p>menarik perhatian konsumen karena mampu membersihkan sekaligus membantu mencegah<\/p>\n<p>nyamuk masuk ke dalam rumah. Adapun sabun cuci piring sereh dikenal efektif<\/p>\n<p>menghilangkan noda minyak, lembut di tangan, serta memberikan aroma segar.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk inovasi, Padusi Tapa juga meluncurkan produk terbaru berupa roll-on sereh<\/p>\n<p>yang dikembangkan dari masukan pelanggan setia.<\/p>\n<p>Untuk pemasaran, produk ini masih banyak beredar di lingkungan Persit serta mitra Kodim<\/p>\n<p>0107\/Aceh Selatan, termasuk BSI Cabang Tapaktuan dan pemerintah daerah. Promosi juga<\/p>\n<p>dilakukan melalui media sosial dan jaringan organisasi Persit.<\/p>\n<p>Dari sisi legalitas, produk UMKM ini telah mengantongi izin P-IRT sejak tahun 2023. Saat ini,<\/p>\n<p>pengelola masih berupaya mengurus izin BPOM meski terkendala keterbatasan fasilitas<\/p>\n<p>produksi.<\/p>\n<p>UMKM ini melibatkan masyarakat sekitar melalui pembentukan kelompok usaha.<\/p>\n<p>Keberadaan usaha tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga dan<\/p>\n<p>lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dukungan dari Pembina dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda Ny.<\/p>\n<p>Tri Joko Hadi Susilo turut berperan dan mendukung keberlangsungan usaha tersebut.<\/p>\n<p>Perkembangan usaha ini terbilang positif. Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai<\/p>\n<p>sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar usaha, Padusi Tapa menjadi bukti bahwa pemanfaatan potensi lokal dapat<\/p>\n<p>berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan. Dengan inovasi yang terus<\/p>\n<p>dilakukan, UMKM ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi<\/p>\n<p>masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Pada event \u201cPersit Bisa\u201d tahun ini, UMKM Padusi Tapa tampil dengan wajah baru melalui<\/p>\n<p>penguatan kemasan dan identitas merek. Nama \u201cPadusi Tapa\u201d, yang berarti perempuan,<\/p>\n<p>diambil dari legenda masyarakat Aceh Selatan tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan<\/p>\n<p>putri Aceh Selatan, mencerminkan semangat dan peran aktif para istri prajurit dalam<\/p>\n<p>berkarya serta mendampingi keluarga. Event \u201cPersit Bisa\u201d merupakan program<\/p>\n<p>pemberdayaan kreatif istri prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit<\/p>\n<p>Kartika Chandra Kirana, sebagai wadah untuk memamerkan produk UMKM, kerajinan<\/p>\n<p>daerah, seni budaya, serta peragaan busana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan<\/p>\n<p>potensi dan kreativitas anggota Persit, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, serta<\/p>\n<p>memberikan apresiasi terhadap karya-karya anggota Persit. Keikutsertaan UMKM Padusi<\/p>\n<p>Tapa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Persit Kartika Chandra Kirana PD<\/p>\n<p>Iskandar Muda dalam mengembangkan potensi lokal berbasis inovasi, sekaligus<\/p>\n<p>memperkuat daya saing produk sereh wangi Aceh Selatan agar mampu dikenal lebih<\/p>\n<p>luas di tingkat nasional.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat Aceh <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=12415\" title=\"DARI TRADISI KE INOVASI :  PADUSI TAPA KEMBANGKAN PRODUK SEREH WANGI  ACEH SELATAN\u00a0\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":12416,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[40],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-12415","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-news"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12415"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12417,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12415\/revisions\/12417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12415"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=12415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}