{"id":4606,"date":"2024-12-05T11:01:05","date_gmt":"2024-12-05T11:01:05","guid":{"rendered":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=4606"},"modified":"2024-12-05T11:01:05","modified_gmt":"2024-12-05T11:01:05","slug":"pelajar-sman-1-kota-agung-tanggamus-divonis-kankerkeluarga-kurang-mampu-butuh-bantuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=4606","title":{"rendered":"Pelajar SMAN 1 Kota Agung Tanggamus Divonis Kanker,Keluarga Kurang Mampu Butuh Bantuan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4607\" src=\"http:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/IMG-20241205-WA0012-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/IMG-20241205-WA0012-150x150.jpg 150w, https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/IMG-20241205-WA0012-90x90.jpg 90w\" sizes=\"auto, (max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/><\/p>\n<p>Suara buruh nasional.my.id<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tanggamus, Lampung &#8211; Dimas Adi Prayogi (18), seorang pelajar SMAN 1 Kota Agung, Tanggamus, Lampung, membutuhkan perhatian dan bantuan dari pemerintah serta masyarakat.<\/p>\n<p>Dimas, yang divonis menderita kanker, kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Husen, Palembang.<\/p>\n<p>Kisah haru Dimas viral melalui sebuah grup WhatsApp kelurahan, menampilkan sosoknya yang duduk di atas tikar sederhana dengan pembengkakan besar di kaki kiri.<\/p>\n<p>Kondisinya menjadi sorotan karena perjuangan keluarganya yang penuh keterbatasan.<\/p>\n<p>Dimas berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Dedi Adi Wijaya (42), bekerja sebagai buruh cuci motor (steam motor), sedangkan ibunya, Kori\u2019ah (45), adalah ibu rumah tangga.<\/p>\n<p>Keterbatasan penghasilan harian membuat mereka kesulitan menanggung biaya pengobatan Dimas yang terus meningkat.<\/p>\n<p>\u201cKami hanya bergantung pada penghasilan ayahnya setiap hari,\u201d ungkap Koryatun (48) selaku keluar Dimas, saat ditemui di rumah petak sederhana mereka berukuran 5&#215;5 meter di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus.<\/p>\n<p>Junaidi, salah satu kerabat keluarga mengungkapkan setelah pembengkakan di kaki kiri muncul, Dimas sempat dibawa ke berbagai fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas setempat untuk pemeriksaan awal.<\/p>\n<p>Selanjutnya, dibawa RS Batin Mangunang, yang mendiagnosis adanya retak pada tulang paha dan ahli patah tulang (sangkal putung).<\/p>\n<p>Tak berhenti disana, Dimas juga dibawa RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Muhammad Husen, Palembang untuk penanganan lebih lanjut.<\/p>\n<p>\u201cKami bertiga, bersama ayah dan ibu Dimas, yang mengantarkannya ke Palembang. Sekarang Dimas dalam penanganan dokter spesialis di RS Muhammad Husen,\u201d jelas Junaidi.<\/p>\n<p>Sementara itu, lingkungan tempal tinggal Dimas, kini juga telah melakukan penggalangan dan seperti yang disampaikan Anwar, Ketua RT 01\/RW 01 Kelurahan Kuripan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sudah bermusyawarah dengan warga untuk menggalang dana guna membantu keluarga Dimas. Semoga ini bisa meringankan beban mereka,&#8221; kata Anwar.<\/p>\n<p>Orang tua Dimas, melalui media ini, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, dapat mengirimkan bantuan melalui rekening BRI 5774-01-026054-53-6 atasnama Kori\u2019ah (ibu Dimas Adi Prayogi) dengan konfirmasi di nomor WhatsApp 081973546164.<\/p>\n<p>Kondisi Dimas adalah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya solidaritas. Dengan dukungan bersama, Dimas dapat terus menjalani pengobatan dan mendapatkan harapan baru. (Rlls)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suara buruh nasional.my.id &nbsp; Tanggamus, Lampung &#8211; Dimas Adi Prayogi (18), seorang <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/?p=4606\" title=\"Pelajar SMAN 1 Kota Agung Tanggamus Divonis Kanker,Keluarga Kurang Mampu Butuh Bantuan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-4606","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-berita"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4606"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4608,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4606\/revisions\/4608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4606"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/suaraburuhnasional.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}