Wagub Aceh Minta Bantuan Banjir Segera Disalurkan, Helikopter Disiagakan untuk Daerah Terisolasi

Berita30 Dilihat
banner 468x60

BANDA ACEH – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah alias Dek Fadh, meminta seluruh bantuan yang diperuntukkan bagi korban banjir segera disalurkan kepada masyarakat terdampak dan tidak ditahan atau ditumpuk di gudang.

banner 336x280

Menurut Dek Fadh, Pemerintah Aceh saat ini juga menyiagakan helikopter guna mempercepat distribusi bantuan logistik melalui jalur udara, khususnya ke wilayah yang masih terisolasi akibat akses darat yang terputus.

“Kita ingin mempermudah distribusi, terutama ke daerah dan pelosok yang belum menerima sembako,” tegas Dek Fadh dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Ia menegaskan tidak boleh lagi ada warga yang luput dari bantuan, terutama masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses darat. Pemerintah Aceh, kata dia, berkomitmen memastikan bantuan menjangkau seluruh korban banjir tanpa terkecuali.

Sejumlah daerah yang masih membutuhkan percepatan distribusi bantuan antara lain Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Utara, serta wilayah pedalaman Aceh Timur.

“Masyarakat di wilayah terisolir jangan lagi ada yang tidak dapat bantuan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 115 desa di wilayah tengah Provinsi Aceh dilaporkan masih terisolasi karena akses darat belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini membuat distribusi bantuan logistik harus dioptimalkan melalui jalur udara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut terdapat tiga kabupaten di Aceh yang masih dalam atensi khusus akibat keterbatasan akses darat di sejumlah titik. Ketiga daerah tersebut yakni Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan keterbatasan akses tersebut menjadi tantangan utama dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor.

“Untuk Provinsi Aceh ada tiga kabupaten yang saat ini masih dalam atensi khusus, karena status dari akses darat yang masih terbatas di beberapa titik,” ujar Muhari dalam konferensi pers penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (14/12/2025).

Muhari merinci, di Kabupaten Bener Meriah terdapat empat kecamatan dengan 15 desa terdampak. Sementara di Kabupaten Aceh Tengah, tujuh kecamatan dengan total 73 desa masih dalam kondisi terisolasi.

Adapun di Kabupaten Gayo Lues, kondisi serupa terjadi di tiga kecamatan dengan 27 desa terdampak. Data tersebut merupakan laporan yang dihimpun BNPB dalam periode 7–13 Desember 2025.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *