Banda Aceh — Upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Banda Aceh kembali menuai apresiasi. Kali ini, Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, memberikan penghargaan khusus kepada para petugas kebersihan yang dikenal sebagai pasukan oranye atas respons cepat mereka dalam membersihkan sampah di sejumlah kanal dan aliran sungai.
Aksi sigap tersebut dilakukan di berbagai titik strategis yang selama ini rawan terjadi penumpukan sampah. Di antaranya Kanal Lampriet yang berada di belakang Kantor Gubernur, aliran Krueng Daroy kawasan Lampaseh Aceh, hingga bantaran sungai di Lingkar Kampus Kopelma Darussalam. Kawasan-kawasan ini memiliki peran penting dalam sistem drainase kota, sehingga kebersihannya menjadi faktor utama dalam mencegah banjir dan genangan air.
Menurut Ismawardi, langkah cepat yang dilakukan petugas kebersihan patut mendapat apresiasi tinggi karena berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan warga. Saluran air yang bersih dinilai mampu meminimalisir risiko tersumbatnya aliran air saat hujan deras mengguyur.
“Langkah cepat ini patut kita apresiasi. Dengan kanal yang bersih, risiko genangan saat hujan bisa diminimalisir,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Lebih jauh, politisi dari Partai Amanat Nasional tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, yang membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengajak warga untuk mulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Menurutnya, tanpa kesadaran kolektif, upaya pemerintah dalam membersihkan kota tidak akan memberikan hasil yang maksimal.
“Kebersihan itu sebagian dari iman. Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” pesannya mengingatkan.
Dalam kesempatan yang sama, Ismawardi juga memberikan penilaian positif terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh yang dipimpin oleh Hamdani. Ia menilai, para petugas telah bekerja maksimal dalam menjaga kebersihan kota, tidak hanya fokus pada pembersihan kanal, tetapi juga merawat taman kota, sungai, hingga kawasan pesisir.
Menurutnya, peran pasukan oranye sangat vital sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Dedikasi mereka yang bekerja di lapangan setiap hari menjadi kunci terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Ismawardi juga menyoroti perkembangan positif wajah Kota Banda Aceh yang dinilai semakin tertata. Penataan taman kota yang lebih rapi, serta pemasangan lampu di berbagai ruas jalan, memberikan kesan kota yang lebih indah, aman, dan ramah bagi warga maupun pengunjung.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait ketersediaan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat gampong. Ia mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan kepada DLHK3 apabila di wilayah mereka belum tersedia Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Menurutnya, keberadaan TPS sangat penting untuk mencegah masyarakat membuang sampah ke sungai atau laut, yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Kalau belum ada TPS, segera laporkan agar bisa difasilitasi. Ini penting untuk mencegah pencemaran dan menjaga kesehatan lingkungan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ismawardi berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota dapat terus diperkuat. Dengan sinergi yang baik, ia optimistis Banda Aceh tidak hanya mampu mempertahankan kebersihan, tetapi juga kembali meraih penghargaan Adipura sebagai kota dengan pengelolaan lingkungan terbaik di tingkat nasional.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan menjadi budaya bersama, sehingga Banda Aceh dapat terus tampil sebagai kota yang bersih, indah, dan nyaman untuk ditinggali.(**)


















