Anggota DPRK Aceh Besar Dorong Materi Anti-Bullying dan LGBT di MPLS

Anggota DPRK Aceh Besar Dorong Materi Anti-Bullying dan LGBT di MPLS

banner 468x60

Aceh besar—Anggota DPRK Aceh Besar dari Partai Demokrat, Tgk. Irfan Siddiq, mendorong guru dan kepala sekolah untuk memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai sarana memberikan edukasi kepada peserta didik baru mengenai bahaya perilaku bullying dan LGBT.

banner 336x280

Menurutnya, MPLS merupakan salah satu tahapan penting yang diikuti setiap peserta didik baru dalam mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta nilai-nilai yang diterapkan di lingkungan pendidikan.

“Saya menilai kegiatan tersebut juga menjadi waktu yang tepat untuk memberikan pembinaan karakter dan pemahaman mengenai berbagai persoalan yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan peserta didik,” kata Tgk Irfan, Jumat (10/7/2026).

Ia mengatakan, penyampaian materi tentang bahaya bullying dan perilaku yang dinilai mengarah kepada LGBT dapat menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk perilaku yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diterapkan di lingkungan sekolah serta memahami pentingnya menjaga sikap saling menghormati antarsesama.

“Saya menilai lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat yang memiliki interaksi sosial yang sangat tinggi antarpeserta didik.

 Kondisi ini jug membuat sekolah juga menjadi salah satu tempat yang rawan terjadinya praktik bullying apabila tidak diantisipasi melalui edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menilai terdapat praktik-praktik yang mengarahkan peserta didik kepada LGBT, baik yang terjadi secara sengaja maupun tanpa disadari oleh peserta didik itu sendiri.

“Saya berharap sekolah dapat memberikan pemahaman kepada siswa melalui pendekatan edukatif selama pelaksanaan MPLS,” harapnya.

Tgk. Irfan Siddiq mengatakan, peserta didik di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat merupakan kelompok usia yang sedang memasuki masa remaja. Pada fase tersebut, menurutnya, anak-anak berada dalam masa pencarian jati diri sehingga lebih rentan terhadap berbagai pengaruh dari lingkungan sekitar.

“Saya menilai sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada siswa agar menjauhi hal-hal yang dianggap mengarah pada perilaku menyimpang tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter, moral, dan kepribadian peserta didik.

“Seluruh unsur di sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru hingga tenaga kependidikan, saya harap dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa,” tegasnya.

Di sisi lain, kata Irfan, materi mengenai pencegahan bullying juga perlu menjadi bagian penting dalam kegiatan MPLS.

 Menurutnya, pemahaman mengenai dampak buruk perundungan harus diberikan sejak awal agar peserta didik dapat membangun budaya saling menghargai, saling menghormati, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan teman maupun lingkungan sekolah.

Ia berharap momentum MPLS pada tahun ajaran baru tidak hanya dimanfaatkan sebagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai materi yang dinilai bermanfaat bagi perkembangan peserta didik.

“Jadi ada kegiatan ini mereka dapat menjalani proses belajar dalam suasana yang aman, tertib, dan saling menghormati,” ujarnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *