SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

Berita Jakarta51 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan desa sekaligus merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengukuhan tersebut berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, dan dihadiri sekitar seratus peserta serta sejumlah undangan. Kegiatan juga dirangkai dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi.

banner 336x280

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., mengatakan pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan bentuk komitmen SMSI untuk ikut merawat desa sebagai bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa kali ini melibatkan lima provinsi sebagai pilot project, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI. Namun, dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” jelas Firdaus.

Hasyim: Saya Datang karena Percaya

Kegiatan tersebut turut dihadiri Hasyim S. Djojohadikusumo yang menjadi keynote speaker dalam dialog nasional. Kehadirannya di tengah situasi informasi yang simpang siur terkait eskalasi demonstrasi di Jakarta dinilai sekaligus menjadi bentuk konfirmasi mengenai kondisi ibu kota.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” kata Hasyim.

Adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto tersebut mengatakan, pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa bukan hanya menjadi ruang konfirmasi, tetapi juga menunjukkan kondisi Jakarta yang tetap aman dan kondusif.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini (Jakarta) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” ujar Hasyim.

Hasyim Ingatkan Media Jangan Sesatkan Publik

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mengingatkan insan pers agar menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab dengan menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta.

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegas Hasyim.

Ia secara khusus menyoroti fenomena penyampaian informasi yang terlepas dari konteks. Menurutnya, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan distorsi terhadap kebijakan pemerintah yang sedang menjadi prioritas.

Hasyim mengatakan pihaknya juga telah mengagendakan dialog dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di antaranya BEM Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hasil dialog tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi masukan, koreksi, serta rekomendasi bagi pemerintah.

“Sebagai penasehat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” tambahnya.

Siap Kawal Usulan Renovasi Gedung Dewan Pers

Dalam kegiatan tersebut, Hasyim juga merespons usulan Ketua Umum SMSI Firdaus terkait kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah kurang representatif untuk menunjang berbagai kegiatan insan pers.

Firdaus menyampaikan bahwa Gedung Dewan Pers merupakan salah satu pusat aktivitas dan episentrum kehidupan pers Indonesia. Namun, menurutnya, fasilitas yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh konstituen Dewan Pers.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodasi. Jadi mereka (konstituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujar Firdaus.

Mendapatkan masukan tersebut, Hasyim merespons positif dan menyatakan kesediaannya untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” ungkap Hasyim.

Pernyataan tersebut langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir.

Gandeng Kampus Beri Masukan kepada Pemerintah

Selain pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa, kegiatan juga ditutup dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh dari berbagai bidang.

Dialog menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar ekonomi dan perbankan.

Diskusi berlangsung menarik dengan berbagai tanggapan kritis terkait kondisi bangsa, ekonomi, kebijakan pemerintah, dan peran pers dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Dialog nasional tersebut dipandu oleh Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, MC, guru besar dari PTIK.

Melalui pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa dan penguatan kolaborasi dengan kalangan akademisi, SMSI menegaskan komitmennya untuk menempatkan pers sebagai bagian penting dalam mengawal pembangunan desa, memberikan informasi yang faktual kepada masyarakat, serta ikut menjaga keutuhan NKRI.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *