Pidie – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M sekaligus melestarikan kearifan lokal Aceh, Kodim 0102/Pidie menggelar tradisi Meugang di kompleks Makodim, Jalan Prof. A. Majid Ibrahim, Desa Lampeudue Baroh, Kecamatan Pidie, Rabu (18/02/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Komandan Kodim 0102/Pidie, Abdul Hadi S. Sos.,dan dihadiri Kasdim Mayor Cpl Hendriyanto, para perwira staf, serta seluruh personel TNI dan PNS jajaran Kodim. Dalam tradisi itu, panitia menyembelih empat ekor sapi yang dipimpin Tgk. Ahmad Yani bersama anggota Kodim, untuk kemudian dibagikan kepada seluruh personel dan keluarga besar Kodim 0102/Pidie.
Tradisi Meugang merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Aceh yang diwariskan turun-temurun sebagai simbol kegembiraan menyambut bulan suci. Melalui kegiatan ini, unsur kebersamaan, kepedulian, dan kekeluargaan di lingkungan satuan tampak kuat.
Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi S. Sos., menyampaikan bahwa pembagian daging Meugang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk perhatian pimpinan terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarga besar Kodim.
“Tradisi Meugang adalah budaya yang sarat makna. Ini menjadi ungkapan syukur dan kegembiraan menyambut Ramadhan. Kami berharap momentum ini semakin mempererat silaturahmi dan menambah semangat personel dalam menjalankan ibadah puasa dan tugas kedepan ” ujarnya.
Selain pembagian daging, pemberian uang bumbu juga menjadi bagian dari tradisi yang mempertegas nilai kepedulian sosial di dalam satuan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat saat personel bersama-sama mengikuti proses penyembelihan hingga pembagian.
Dandim 0102/Pidie berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada momentum hari besar Islam di masa mendatang, sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus sarana memperkokoh soliditas internal satuan.
Sertu Ilhami Saputra pengurus Mushola Al-Munawarah Kodim 0102/Pidie mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai tradisi Meugang di lingkungan Kodim 0102/Pidie bukan hanya menjaga adat, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara pimpinan dan prajurit.

