Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat Capai 20 Persen, Perkuat Konektivitas Antar Desa di Kute Panang

Kodim 01064 Dilihat
banner 468x60

Aceh Tengah – Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Minggu (1/03/2026), progres pengerjaan fisik jembatan telah mencapai 20 persen dan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disusun sebelumnya.

 

banner 336x280

Jembatan tipe konvensional dengan panjang bentang 12 meter tersebut dibangun menggunakan material Bailey, yang dikenal memiliki kekuatan struktur tinggi, fleksibel, serta efektif dalam proses pemasangannya. Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

 

Pengerjaan konstruksi dilaksanakan oleh delapan personel Satgas Gulbencal dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Satuan Zeni Angkatan Darat (Zidam). Para prajurit bekerja secara profesional dan terukur dengan tetap mengutamakan standar keamanan dan kualitas konstruksi. Di lapangan, setiap tahapan mulai dari persiapan fondasi, perakitan rangka baja, hingga penyesuaian struktur dilakukan dengan penuh ketelitian guna memastikan hasil akhir yang kokoh dan aman digunakan.

 

Selain keterlibatan personel TNI, pembangunan jembatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara sukarela turut membantu proses pengerjaan, baik dalam penyediaan tenaga tambahan, pengangkutan material, maupun pekerjaan pendukung lainnya. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat progres pembangunan.

 

Meskipun capaian saat ini baru mencapai 20 persen, seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Para prajurit terus mengoptimalkan tenaga, waktu, serta koordinasi di lapangan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Pengawasan teknis juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga.

 

Pembangunan Jembatan Bailey ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, namun juga menitikberatkan pada kekuatan dan daya tahan struktur dalam jangka panjang. Jembatan dirancang agar mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara aman, sehingga benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pengguna.

 

Adapun ruas jalan yang akan terhubung melalui jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat di Kecamatan Kute Panang. Selama ini, akses di jalur tersebut kerap mengalami hambatan, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut sering memperlambat mobilitas warga, termasuk dalam mendistribusikan hasil pertanian ke pasar.

 

Salah seorang warga Desa Lukup Sabun Barat, Rahmat (45), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan Bailey sangat dinantikan oleh masyarakat karena menjadi penghubung utama antar desa.

 

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau air sungai naik, kami kesulitan membawa hasil kebun ke pasar. Dengan adanya jembatan ini nanti, akses akan lebih mudah dan aman,” ungkapnya.

 

Diketahui, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kecamatan Kute Panang. Komoditas seperti kopi, sayur-mayur, serta berbagai hasil perkebunan lainnya merupakan sumber penghasilan utama warga. Dengan terbangunnya jembatan ini, distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar, efisien, dan tidak lagi terhambat oleh kondisi cuaca.

 

Melalui sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat, progres pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat diharapkan terus meningkat hingga selesai sesuai jadwal. Kehadiran jembatan ini nantinya tidak hanya memperkuat konektivitas antar desa, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tengah secara berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *