DARI TRADISI KE INOVASI : PADUSI TAPA KEMBANGKAN PRODUK SEREH WANGI ACEH SELATAN 

News5 Dilihat
banner 468x60
2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat

Aceh Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sereh wangi, tanaman aromatik

yang memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan sereh dapur, sereh wangi memiliki

banner 336x280

bonggol lebih besar, berwarna merah muda, serta aroma yang jauh lebih kuat sehingga

sangat potensial diolah menjadi minyak atsiri.

Melihat peluang tersebut, Ny. Sinar Hayani yang merupakan anggota Persit Kartika

Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107 Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, sejak tahun

2020 mulai memasarkan minyak sereh wangi agar semakin dikenal oleh masyarakat.

Langkah ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang

sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai minyak urut.

Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional. Sekitar 7–8 kilogram

sereh direbus selama kurang lebih 12 jam hingga menghasilkan endapan minyak, lalu

didiamkan semalaman untuk memisahkan kotoran dan sisa air.

Seiring berkembangnya usaha UMKM ini dapat menghadirkan berbagai produk antara lain

minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi dengan beragam varian, cairan

pembersih lantai , hingga sabun cuci piring yang berbasis bahan sereh.

Minyak sereh wangi tetap menjadi produk unggulan dan banyak diminati semua kalangan.

Sementara lilin dan sabun aromaterapi lebih digemari generasi muda karena aromanya

menenangkan dan cocok untuk penggunaan sehari-hari. Produk pembersih lantai sereh juga

menarik perhatian konsumen karena mampu membersihkan sekaligus membantu mencegah

nyamuk masuk ke dalam rumah. Adapun sabun cuci piring sereh dikenal efektif

menghilangkan noda minyak, lembut di tangan, serta memberikan aroma segar.

Sebagai bentuk inovasi, Padusi Tapa juga meluncurkan produk terbaru berupa roll-on sereh

yang dikembangkan dari masukan pelanggan setia.

Untuk pemasaran, produk ini masih banyak beredar di lingkungan Persit serta mitra Kodim

0107/Aceh Selatan, termasuk BSI Cabang Tapaktuan dan pemerintah daerah. Promosi juga

dilakukan melalui media sosial dan jaringan organisasi Persit.

Dari sisi legalitas, produk UMKM ini telah mengantongi izin P-IRT sejak tahun 2023. Saat ini,

pengelola masih berupaya mengurus izin BPOM meski terkendala keterbatasan fasilitas

produksi.

UMKM ini melibatkan masyarakat sekitar melalui pembentukan kelompok usaha.

Keberadaan usaha tersebut memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga dan

lingkungan sekitar.

 

Dukungan dari Pembina dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda Ny.

Tri Joko Hadi Susilo turut berperan dan mendukung keberlangsungan usaha tersebut.

Perkembangan usaha ini terbilang positif. Dalam tiga bulan terakhir, penjualan mencapai

sekitar 120 produk dengan omzet berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta.

Lebih dari sekadar usaha, Padusi Tapa menjadi bukti bahwa pemanfaatan potensi lokal dapat

berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan. Dengan inovasi yang terus

dilakukan, UMKM ini diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ekonomi

masyarakat setempat.

Pada event “Persit Bisa” tahun ini, UMKM Padusi Tapa tampil dengan wajah baru melalui

penguatan kemasan dan identitas merek. Nama “Padusi Tapa”, yang berarti perempuan,

diambil dari legenda masyarakat Aceh Selatan tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan

putri Aceh Selatan, mencerminkan semangat dan peran aktif para istri prajurit dalam

berkarya serta mendampingi keluarga. Event “Persit Bisa” merupakan program

pemberdayaan kreatif istri prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit

Kartika Chandra Kirana, sebagai wadah untuk memamerkan produk UMKM, kerajinan

daerah, seni budaya, serta peragaan busana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan

potensi dan kreativitas anggota Persit, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, serta

memberikan apresiasi terhadap karya-karya anggota Persit. Keikutsertaan UMKM Padusi

Tapa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata peran Persit Kartika Chandra Kirana PD

Iskandar Muda dalam mengembangkan potensi lokal berbasis inovasi, sekaligus

memperkuat daya saing produk sereh wangi Aceh Selatan agar mampu dikenal lebih

luas di tingkat nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *