DPRK Banda Aceh Dorong Sinergi Atasi Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi

Parlementaria19 Dilihat
banner 468x60

Banda Aceh — Persoalan pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi, kembali menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar DPRK Banda Aceh. Dalam forum tersebut, berbagai pihak sepakat bahwa penanganan pengangguran tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor usaha.

Salah satu perwakilan pelaku usaha menekankan bahwa dalam dunia kerja saat ini, kemampuan teknis bukanlah satu-satunya faktor penentu keberhasilan seseorang. Menurutnya, sikap dan karakter justru memiliki peran yang tidak kalah penting.

banner 336x280

“Kemampuan teknis bisa dilatih, tetapi sikap pelayanan seperti keramahan dan ketulusan dalam melayani pelanggan juga sangat penting,” ujarnya, (3/3/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga kerja yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill yang baik, seperti komunikasi, etika kerja, dan kemampuan beradaptasi.

Menutup RDPU, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, kembali menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas sektor untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah. Ia menyampaikan bahwa setiap tahunnya, perguruan tinggi di Aceh meluluskan ribuan alumni baru. Namun, pertumbuhan lapangan kerja belum mampu mengimbangi jumlah lulusan yang terus meningkat.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Jika tidak ada langkah strategis untuk memperkuat penyerapan tenaga kerja, maka angka pengangguran berpotensi terus meningkat di masa mendatang,” kata Irwansyah.

Ia menilai, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah mendorong dunia usaha agar lebih membuka peluang bagi tenaga kerja lokal. Selain itu, perusahaan juga diharapkan tidak hanya merekrut, tetapi turut berperan dalam pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, pembinaan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, program magang, hingga kerja sama dengan institusi pendidikan agar kurikulum yang diajarkan lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Irwansyah juga menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan masuknya lebih banyak investor, diharapkan akan terbuka peluang kerja baru yang dapat menyerap tenaga kerja lokal secara lebih luas.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dunia usaha dan lembaga pendidikan. Kita harus bergerak bersama agar generasi muda kita memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan adanya komitmen bersama dari berbagai pihak, DPRK Banda Aceh optimistis bahwa persoalan pengangguran dapat ditekan secara bertahap. Harapannya, Banda Aceh tidak hanya mampu mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menyediakan ruang yang cukup bagi mereka untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.(**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *